Friday, December 24, 2010

boneka muslim

setelah sekian lama tak menulis dalam bahasa melayu :)

Sifat Boneka

boneka. suatu alat yang digunakan untuk menghiburkan manusia suatu ketika dahulu.
sebelum wujudnya wayang, sebelum wujudnya video2 bahkan sebelum wujudnya wayang kulit.

kita kenal boneka itu bagaimana sifatnya.
kita tahu boneka itu adalah suatu objek yang tidak bernyawa.
boneka itu suatu objek yang bertindak menurut rentak dia yang mengawal, mengikut emosi dia yang mengawal.
andai digerakkan ke kanan, maka sang boneka itu bergerak ke kanan.
andai digerakkan ke kiri, maka sang boneka itu jugak bergerak ke kiri.

namun apakah boneka itu tahu apa yang dilakukan?
apakah dia punya pemikiran untuk sedar yang dia sedang dipergunakan?
apakah dia punya ruh untuk menggerakkan jasadnya, untuk menggunakan pemikirannya, untuk menjana tenaga, untuk memprotes segala yang dilakukan ke atasnya?

saya tahu. manusia rasional akan menjawab tidak.
andai anda ada interpretasi lain, sila maklumkan saya.

Boneka dan Kita.

lihatlah kepada masyarakat kita pada hari ini.
apakah beza antara kita dan sang boneka?

dalam kehidupan seharian kita, apakah kita menggunakan fikiran kita, untuk sedar apakah kita sedang dipermainkan oleh kuasa-kuasa tertentu.
sudahlah. jangan lihat dari skop yang kecil, ubahlah kepada skop yang lebih besar.

dalam kehidupan seharian kita, apakah kita punya ruh islam dalam diri kita,
lantas setiap amal kita menjadi ibadah, dan memberi kesan kepada hati kita?
dan seterusnya menyentuh hati-hati mereka di sekeliling kita, dan membawa mereka ke jalan hidayah secara tidak langsung?

kita tidak ubah seperti boneka.

jam 5.40 pagi kita bangun pagi, bersiap-siap untuk solat subuh,
dan apabila azan berkumandang kita mendirikan solat.
kemudian kita sedikit sebanyak mengemaskan rumah dan tempat tidur dan kemudian kita bersiap-siap untuk ke tempat kerja.

dan ketika lunch hour kita mendengar laungan azan lalu kita ke masjid untuk mendirikan solat, kemudian makan tengahari dan kemudian kembali ke tempat kerja.
kita bekerja hingga jam menunjukkan 5.30 petang, dan kemudian mendirikan solat asar sebelum bergerak pulang ke rumah.

tiba di rumah, kita manjakan diri sendiri, mandi, makan malam, solat maghrib dan sebagainya.
sementara menunggu solat isyak, kita menonton televisyen, dan apabila azan isyak berkumandang, kita melaksanakan kewajipan kita.

dan sebelum tidur, kita selesaikan satu dua perkara, dan kemudian kita tidur.

dan esoknya, apabila jam menunjukkan 5.40 pagi, aktiviti semalam berulang.
dan keesokan harinya, jam 5.40 pagi, aktiviti yang sama berulang lagi.
dan hari selepas itu, jam 5.40 pagi, aktiviti yang sama terus dilakukan.

apa beza kita dan boneka?

fokus saya pada kali ini adalah pada solat.
masuk waktu, kita solat.

takbiratul ihram, baca fatihah, rukuk, sujud, hingga habis solat.
5 kali sehari, sekurang-kurangnya kita lakukan perkara yang sama.
apakah pernah ada kesan pada hati kita?

atau solat kita tidak pernah punya ruh untuk mencapai hati kita?

fatihah yang kita baca, adakah sekadar kata-kata yang kita sendiri tidak tahu apa yang kita perkatakan?
rukuk dan sujud kita, apakah tidak pernah membawa hati kita sama dalam perjalanan bertemu Tuhan?
tasyahud kita, apakah tidak pernah mengigatkan kita pada susah payah Muhammad dalam menyampaikan Islam, hinggakan kita yang entah siapa-siapa dahulu, kini juga Islam?

Salah siapa?

dalam memikirkan penyelesaian, salah siapa adalah salah satu persoalan yang akan timbul.
mari kita lihat, salah siapa sebenarnya dalam permasalahan ini.
permasalahan yang merosakkan fitrah kita.
hingga keadaan masyarakat kita pada hari ini lebih teruk dari masyarakat arab jahiliah dahulu.

salah saya? ya.
salah anda? ya.
salah guru? ya.
salah ibu bapa? ya.

manusia kan tak maksum?
lantas mesti ada di mana-mana mereka terlepas pandang dalam mentarbiyah.

tapi salah yang utamanya adalah pada suatu perancangan yang sangat rapi yang tidak kita sedari.

scientism, sekularism, modernism, post modernism, relativism, positivism, naturalism, dan lain-lain.

itulah nama-nama yang perlu kita persalahkan.
nama-nama itulah yang membutakan hati kita.
dan nama-nama itulah juga yang mencacatkan fitrah kita.

akhirnya, nama-nama itulah juga yang membonekakan kita.

penyelesaiannya?
saya percaya, hanya Quran penyelesaiannya.

lihat kita pada hari ini.
kita muslim, tapi kita tak punya ruh Islami.
sebab itu saya katakan, kita hanya boneka yang beragama Islam.

Thursday, December 23, 2010

forgetful us.

expect the unexpected.

sounds stereotypical.
sounds ignorable.
sounds over sensitive.
sounds easily forgetted.

admitted.

who says exam questions must revolve around the content of the book only?
who says exam questions must be regarding on what our lecturer said in class only?

somehow i held to that kind of ideology.
and this week, i was proven to be totally wrong!

UNGS2030 : some of the things we even havent learnt yet in class.
UNGS2040 : the greatest surprise. "Eh, igtkan exam petang? Aku baru nak baca lepas zohor nanti"
UNGS2050 : the questions were totally KBKK.

any of you expected that?
I didnt.

serves me right.

yes, we are forgetful.
we forget that things dont go as we expect them to be. :)

Thursday, December 2, 2010

skepticism.

one of the foundation of science is skepticism.
the problem with skepticism as in foundation of science is that, it is complemented by empiricism, materialism and logical positivism, where it makes the situation goes like,


whenever we are in doubt with any known facts,
we need to verify the fact with scientific methods which is based on materialism, empiricism and logical positivism. where the validity of the fact must be observable, definable, measurable and quantifiable by senses. where only physical matter is considered as the fundamental reality and can be used to explain a particular subject matter.

in other words, the world of the unseen, which is not physical, which is not observable, or measurable, of definable, or quantifiable, is not accepted, or considered as do not exist.

that is, in the same angle, contradicts with the belief us Muslim where we are asked to believe in the unseen,
Who believe in the unseen, are steadfast in their prayer, and spend out of what We have provided for them
(Al-Baqarah 2 : 3)

that clearly underlines the unseen as a component of world that must be believed without doubt.
but however, Islam does not simply give out order to believe in the unseen without giving us any hint about the unseen. Many of the verses in the Quran tell us about the unseen. About the angels, the paradise, the hell, the future, the virtues and all.

and Islam, is not a religion of blind faith. We are not asked to follow a particular thing blindly, without any knowledge.
and follow not that of which you have no knowledge
(Al-Isra' 17:36)
Yes, seek for knowledge. Here and there. Now and then.
But remember to verify the authenticity of the knowledge. And this is where skepticism applies in Islam.

Dont just accept everything that is told to you.
Dont just accept what everyone tells you. Be skeptic. Verify the news/knowledge.

O those who believe! If a Fasiq comes to you with a news, verify it. lest you should harm people in ignorance, and afterwards you become regretful of what you have done.
(Al-Hujuraat 49:6)

there it is. the limit of believing. and as a guideline for islamic skepticism.

p/s : i have been keeping this view until assoc. prof hanapi has verified that this view of mine is not wrong. (but it can also be not right)